In terms of level, the types of translation
are:
1) Total translation, the TL material replaces
all levels of the SL text.
2) Restricted translation, it is the replacement of SL textual
material with equivalent TL
material at only one level; whether at the phonological level, graphological
level, or at the level of grammar and lexis.
1) Terjemahan menyeluruh, bahan pada bahasa penerima menggantikan seluruh tingkatan pada teks bahasa sumber.
2 2) Terjemahan terbatas, ini adalah penggantian bacaan pada bahasa sumber dengan padanan teks bahasa penerima pada hanya satu tingkatan, baik pada tingkatan yang berhubungan dengan fonologi,
tingkatan yang berhubungan dengan ilmu tulis tangan, atau pada tingkatan tata
bahasa dan kosa kata.
In terms of rank, translation is divided
into:
1) Rank-bound
translation, it means that the selection of TL text equivalent is limited at
only one rank, such as word-for-word equivalence, morpheme-for-morpheme
equivalence, etc.
2) Unbounded
translation, it can move freely up and down the rank-scale.
Dalam hal peringkat, terjemahan dibagi menjadi:
T1) Terjemahan
Peringkat Terbatas, ini berarti bahwa pilihan padanan kata pada teks bahasa
penerima dibatasi hanya pada satu peringkat, seperti persamaan kata demi kata,
persamaan morfem demi morfem, dan lain-lain.
22)
Terjemahan Tak
Terbatas, ini dapat berpindah bebas ke atas dan ke bawah skala peringkat
According to Brislin in
Choliludin (2007: 26-30)
Based on the purposes
of translation:
1) Pragmatic translation: it refers
to the translation of a message with an interest in accuracy of the information
that was meant to be conveyed in the SL form and it is not conveyed with other
aspects of the original language version. Example: the translation of the
information about repairing a machine.
Menurut Brislin di Choliludin (2007:
26-30)
Berdasarkan pada tujuan dari terjemahan:
11) Terjemahan
Pragmatik: ini mengenai terjemahan sebuah pesan dengan ketertarikan pada ketepatan infromasi yang diartikan untuk disampaikan dalam bentuk bahasa sumber dan ini
tidak disampaikan dengan aspek-aspek lainnya dalam tipe bahasa yang asli.
Contoh: terjemahan informasi tentang memperbaiki sebuah mesin.
2) Aesthetic-poetic translation: it
refers to translation in which the translator takes into account the affect,
emotion, and feeling of an original version, the aesthetic form used by the
original author, as well as any information in the message. Example: the
translation of sonnet, rhyme, heroic couplet, dramatic dialogue, and novel.
2).Terjemahan Keindahan Puitis : ini berarti untuk menerjemahkan yang
penerjemah ambil kedalam hitungan yang mempengaruhi, emosi, dan perasaan
pada tipe yang asli, bentuk estetis yang digunakan oleh penulis asli,
sebaik-baiknya berbagai keterangan dalam pesan. Contoh: terjemahan pada soneta,
sajak kanak-kanak, kisah pahlawan, percakapan dramatis, dan novel.
3) Ethnographic
translation: its purpose is to
explicate the cultural context of the SL and TL versions. Translators have to
be sensitive to the way words are used and must know how the word fits into
cultures. Example: the use of the word ‘yes’ versus ‘yeah’ in America.
3). Terjemahan Etnografi: bertujuan untuk
menjelaskan secara lengkap keadaan budaya pada bahasa sumber dan tipe
bahasa penerima. Penerjemah harus peka pada cara kata-kata yang digunakan
dan harus mengetahui bagaimana sebuah kata pantas menjadi budaya-budaya. Contoh:
pengguanaan kata “yes” lawan “yeah” di Amerika.
4) Linguistic
translation: is concerned with
equivalent meanings of the constituent morphemes of the SL and grammatical
form. Example: language in a computer program and translation machine.
4). Terjemahan Ilmu Bahasa: diperhatikan dengan arti-arti
padanan pemilihan morfem-morfem pada bahasa sumber dan bentuk tata bahasa.
Contoh: bahasa dalam program komputer dan mesin penerjemahan.
According
to Jacobson in Leonardi (2000)
1) Intralingual translation (monolingual
translation), 2) interlingual translation (bilingual or multilingual
translation), and 3) intersemiotic translation (verbal sign into non-verbal
sign).
Intralingual translation
refers to a translation in which verbal signs are interpreted by means of other
signs of the same language. It happens within the same language (monolingual)
Menurut Jacobson di Leonardi (2000)
11) Terjemahan
Intralingual (terjemahan satu bahasa), 2. Terjemahan Interlingual (terjemahan
dua bahasa atau berbagai bahasa) dan 3. Terjemahan Intersemiotik (tanda lisan
menjadi tanda tak lisan)
Terjemahan Intralingual
menunjukkan terjemahan yang mana tanda-tanda lisan yang ditafsirkan
dengan arti tanda-tanda lain pada bahasa yang sama. Ini terjadi dalam bahasa
yang sama (satu bahasa)
Interlingual translation is the one which
refers to different languages whether it is bilingual or multilingual.
Intersemiotic translation refers to an
interpretation of verbal signs by means of other signs of non-verbal sign
systems.
Terjemahan Interlingual adalah salah satu yang
menunjukkan pada bahasa-bahasa berbeda baik dua bahasa atau
berbagai bahasa.
Terjemahan Intersemiotik menunjukkan pada tafsiran
tanda-tanda lisan dengan arti tanda-tanda lain pada sistem tanda tak
lisan.

