Kamis, 16 Oktober 2014



In terms of level, the types of translation are:
1) Total translation, the TL material replaces all levels of the SL text.
2) Restricted translation, it is the replacement of SL textual material with equivalent TL material at only one level; whether at the phonological level, graphological level, or at the level of grammar and lexis.
Dalam hal tingkatan, jenis jenis terjemahan adalah:
1) Terjemahan menyeluruh, bahan pada bahasa penerima menggantikan seluruh tingkatan pada teks bahasa sumber.
2  2) Terjemahan terbatas, ini adalah penggantian bacaan pada bahasa sumber dengan padanan teks bahasa penerima pada hanya satu tingkatan, baik pada tingkatan yang berhubungan dengan fonologi, tingkatan yang berhubungan dengan ilmu tulis tangan, atau pada tingkatan tata bahasa dan kosa kata.

In terms of rank, translation is divided into:
1) Rank-bound translation, it means that the selection of TL text equivalent is limited at only one rank, such as word-for-word equivalence, morpheme-for-morpheme equivalence, etc.
2)  Unbounded translation, it can move freely up and down the rank-scale.
Dalam hal peringkat, terjemahan dibagi menjadi:
T1) Terjemahan Peringkat Terbatas, ini berarti bahwa pilihan padanan kata pada teks bahasa penerima dibatasi hanya pada satu peringkat, seperti persamaan kata demi kata, persamaan morfem demi morfem, dan lain-lain. 
22) Terjemahan Tak Terbatas, ini dapat berpindah bebas ke atas dan ke bawah skala peringkat

According to Brislin in Choliludin (2007: 26-30)
Based on the purposes of translation:
1) Pragmatic translation: it refers to the translation of a message with an interest in accuracy of the information that was meant to be conveyed in the SL form and it is not conveyed with other aspects of the original language version. Example: the translation of the information about repairing a machine.
Menurut Brislin di Choliludin (2007: 26-30)
Berdasarkan pada tujuan dari terjemahan:
11) Terjemahan Pragmatik: ini mengenai terjemahan sebuah pesan dengan ketertarikan pada ketepatan infromasi yang diartikan untuk disampaikan dalam bentuk bahasa sumber dan ini tidak disampaikan dengan aspek-aspek lainnya dalam tipe bahasa yang asli. Contoh: terjemahan informasi tentang memperbaiki sebuah mesin.

2) Aesthetic-poetic translation: it refers to translation in which the translator takes into account the affect, emotion, and feeling of an original version, the aesthetic form used by the original author, as well as any information in the message. Example: the translation of sonnet, rhyme, heroic couplet, dramatic dialogue, and novel.
2).Terjemahan Keindahan Puitis : ini berarti untuk menerjemahkan yang penerjemah ambil kedalam hitungan yang mempengaruhi, emosi, dan perasaan pada tipe yang asli, bentuk estetis yang digunakan oleh penulis asli, sebaik-baiknya berbagai keterangan dalam pesan. Contoh: terjemahan pada soneta, sajak kanak-kanak, kisah pahlawan, percakapan dramatis, dan novel.

3) Ethnographic translation: its purpose is to explicate the cultural context of the SL and TL versions. Translators have to be sensitive to the way words are used and must know how the word fits into cultures. Example: the use of the word ‘yes’ versus ‘yeah’ in America.
3). Terjemahan Etnografi: bertujuan untuk menjelaskan secara lengkap keadaan budaya pada bahasa sumber dan tipe bahasa penerima. Penerjemah harus peka pada cara kata-kata yang digunakan dan harus mengetahui bagaimana sebuah kata pantas menjadi budaya-budaya. Contoh: pengguanaan kata “yes” lawan “yeah” di Amerika.

4)  Linguistic translation: is concerned with equivalent meanings of the constituent morphemes of the SL and grammatical form. Example: language in a computer program and translation machine.
4). Terjemahan Ilmu Bahasa: diperhatikan dengan arti-arti padanan pemilihan morfem-morfem pada bahasa sumber dan bentuk tata bahasa. Contoh: bahasa dalam program komputer dan mesin penerjemahan.

According to Jacobson in Leonardi (2000)
1) Intralingual translation (monolingual translation), 2) interlingual translation (bilingual or multilingual translation), and 3) intersemiotic translation (verbal sign into non-verbal sign).
Intralingual translation refers to a translation in which verbal signs are interpreted by means of other signs of the same language. It happens within the same language (monolingual)
Menurut Jacobson di Leonardi (2000)
11) Terjemahan Intralingual (terjemahan satu bahasa), 2. Terjemahan Interlingual (terjemahan dua bahasa atau berbagai bahasa) dan 3. Terjemahan Intersemiotik (tanda lisan menjadi tanda tak lisan)
Terjemahan Intralingual  menunjukkan terjemahan yang mana tanda-tanda lisan yang ditafsirkan dengan arti tanda-tanda lain pada bahasa yang sama. Ini terjadi dalam bahasa yang sama (satu bahasa)

Interlingual translation is the one which refers to different languages whether it is bilingual or multilingual.
Intersemiotic translation refers to an interpretation of verbal signs by means of other signs of non-verbal sign systems.
Terjemahan Interlingual adalah salah satu yang menunjukkan pada bahasa-bahasa berbeda baik dua bahasa atau berbagai bahasa.
Terjemahan Intersemiotik menunjukkan pada tafsiran tanda-tanda lisan dengan arti tanda-tanda lain pada sistem tanda tak lisan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar